Sabtu, Juni 19, 2010

Piala Dunia 2010 dan Capt. Tsubasa


Event Piala Dunia 2010 masih bergulir...pertandingan-pertandingan dengan gol-gol indah yang diluar dugaan terjadi disaksikan oleh masyarakat diseluruh dunia...bahkan tim unggulan seperti Jerman-Inggris-Perancis-Italy sekarang berada di ujung tanduk....untuk lolos ke babak berikutnya. Mudah2an jagoan ayah Argentina terus melaju menjadi juaranya hehehe...

Malam ini lebih seru lagi dua negara yg pernah menjajah Indonesia akan bertanding...
Belanda vs Jepang....kebetulan mainnya juga ga malam-malam...jadi ga pake ngantuk heheh..

Ingat Tim sepak bola Jepang ingat komik manga dan film animasi tentang sepak bola yang merupakan favorit anak-anak di Indonesia yaitu Kapten Tsubasa Ozora yang sempat di buat ulang dengan peningkatan kwalitas gambarnya. Tehnik-tehnik sepakbola yang mustahil disuguhkan dalam dunia Tsubasa justru membuatnya anime dan manga tersebut menarik dan memiliki penggemar tersendiri. Bahkan Indonesia pun sebagai Negara tetangga se Asean ikut dibawa2 dalam komik manga tersebut sebagai tuan rumah pada kejuaraan youth Asean...

Ayah juga pernah menjadi anak-anak dan pastinya pernah nonton kartun....Anime Tsubasa ini walaupun masih dalam tampilan 2 dimensi tidak seperti kartun2 dan animasi modern sekarang ini yg sudah canggih akan tetapi Film Tsubasa ini sangat menarik untuk ditonton...apalagi buat anak-anak calon pemain bola masa depan...

seperti film2 animasi jepang yang lainnya ..Naruto...Saint saiya...Dragon ball selalu penuh dengan semangat tinggi perjuangan untuk mencapai tujuannya...memotivasi dan membangkitkan rasa untuk tidak pernah menyerah walaupun disituasi yang paling mustahil sekalipun...sangat mendidik!


Mimpi seorang anak menjadi pemain bola terbaik dunia ini berawal saat Tsubasa kecil yang masih sekolah dasar (SD) baru saja pindah ke Nankatsu dan mendaftar di klub sepak bola disekolah tersebut yang saat itu Kapten Klubnya adalah Ishizaki.

Saat mereka berlatih di lapangan, diganggu oleh klub lain yang dipimpin oleh Genzo Wakabayashi. Mereka lalu bertanding untuk menentukan siapa yang berhak berlatih dilapangan itu, bila Nankatsu bisa membuat gol satu saja, maka mereka diizinkan memakai lapangan untuk berlatih. Awalnya, Nankatsu selalu kebobolan dan bermain setengah lapangan. Ketika salah satu pemainnya cidera, masuklah Tsubasa menjadi bek pengganti dan berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Ketika pertandingan hampir selesai, tanpa diduga Tsubasa berhasil mendapatkan bola dan menceploskannya ke dalam gawang.

Sesuai perjanjian, Wakabayashi tidak akan mengganggu mereka lagi. Maka dimulailah petualangan Tsubasa menjadi yang terbaik di dunia.

Tsubasa Ozora
Tsubasa adalah anak seorang kapten kapal. Ayahnya selalu berlayar di lautan. Dia sangat menggemari sepak bola. Bahkan sejak masih balita, dia sudah menunjukkan ketertarikannya di bidang ini. Dia masuk ke Nankatsu dan menjadi pemain yang sangat bisa dihandalkan. Pertemuannya dengan Roberto Hongo merubah seluruh hidupnya. Setelah remaja, dia pergi ke Brazil untuk menjadi pemain di klub Sao Paulo. Kemampuan sepak bolanya sangat hebat dan termasuk yang terbaik di dunia. Tsubasa memiliki kemampuan untuk membaca dan meniru semua teknik musuhnya.

Misaki Taro
Misaki adalah sahabat serta partner kerjasama dalam pertandingan. Misaki adalah anak dari seorang pelukis yang berpindah tempat terus. Dulu dia bermain bersama Kpjiro, tetapi sekarang bermain bersama Tsubasa. Dia manis, imut, baik, penuh perasaan, dan memancarkan wajah penuh kehangatan dan keceriaan, tak pernah diduga, Misaki sebanding dengan Tsubasa. Saat remaja, dia menuju Prancis.

Genzo Wakabayashi
Wakabayashi adalah seorang kiper yang berteknik tinggi. Jika Tsubasa adalah andalan playmaker di tim Jepang, maka Wakabayashi adalah andalan belakang tim atau Kiper. Dia sangat akrab dengan Tsubasa. Kemampuannya membuatnya direkrut oleh klub Jerman dan bermain di Hamburg. Dia terkenal dengan kemampuannya untuk memblok semua tendangan dari luar kotak penalti. Dia adalah rival dari Wakashimazu yang menggunakan gaya akrobatik. Dia sempat berlatih tinju untuk memperkuat blocking-nya.

Ken Wakazhimatsu
Ken adalah kiper Jepang seperti Wakabayashi, tetapi akhirnya menjadi pemain di lapangan.
Kojiro Hyuga, Kojiro adalah rival Tsubasa semasa turnamen antar sekolah. Dia adalah striker andalan untuk mendobrak dan mengacak-acak pertahanan musuh. Tendangannya yang keras disebut Tiger Shot, berbeda dari Drive Shoot Tsubasa yang memanfaatkan tukikan, tendangan Hyuga menyerang gawang secara frontal. Dia sukses menjadi pesepak bola profesional dan membawa keluarganya keluar dari kemiskinan. Dia bermain di Serie-A Italia. Belakangan, dia memiliki tendangan Raiju, yang bahkan membelah pohon besar menjadi dua.


Semoga Animasi Tsubasa yang begitu digemari anak2 Indonesia ini bisa menjadi inspirasi
buat anak-anak Indonesia yang gemar bola untuk meniru semangat pantang menyerah dari Tsubasa Ozora dan kawan-kawannya hingga mencapai mimpinya menjadi pemain bola terbaik dunia dan bisa membawa Indonesia menjadi peserta World Cup masa depan...

bukan cuma hanya penonton...hingga Akhirnya ayah harus pindah dukungan dari Argentina
dan mau tidak mau mendukung tim nasional Indonesia menjadi juara dunia...mungkin kah...!

seperti komentator2 indonesia bilang "Bola itu bundar bung...." hehehe!

http://id.wikipedia.org/wiki/Kapten_Tsubasa







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Untuk meninggalkan jejak disini