Senin, Desember 10, 2007

Bolehkah aku membeli waktumu Ayah?



Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.

Anak: "Ayah, boleh aku bertanya?"
Ayah: "yeah, boleh, ada apa?" jawab sang ayah.
Anak: "Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?"
Ayah: "Ngapain kamu tanya hal sperti itu?...itu bukan urusan kamu-kan?" jawab sang ayah dengan sedikit marah.

Anak: " Aku cuma pengen tahu ayah... tolonglah ayah, beritahu aku,
berapa penghasilan ayah dalam sejam?" tanya si anak dengan memelas

Ayah: "baiklah, jika kamu memang ingin tahu, gaji ayah mu ini Cuma
Rp.30.000 sejam.. puas?" jawab si ayah dengan ketus.

Anak: "Ooh..." ujar si anak sambil menundukkan kepala... kemudian ia kembali bertanya

Anak: "ayah, boleh nggak aku minta Rp.15.000?" tanya si anak dengan ragu-ragu..

Begitu mendengar pertanyaan terakhir anaknya itu, kekesalan sang ayah langsung memuncak

Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata:
"oh.. jadi kamu nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan2 ga penting atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu sekarang kamu cepat masuk ke kamarmu dan TIDUR... kau tau sekarang jam berapa HAH? Mikir dong... ayah kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu egois sekali... kelakuanmu sungguh memalukan" .

Dengan wajah sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata - kata. . terlihat jelas bahwa ia sangat sedih mendengarkan perkataan ayahnya... ia segera masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.

Sang ayah lalu duduk di kursi dan tanpa sengaja kembali memikirkan permintaan anaknya barusan ditengah malam buta seperti saat itu. Dalam pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok teganya anak yang disayanginya itu malah menanyakan uang disaat ia baru saja pulang dan capek setelah bekerja keras seharian.

Setelah beberapa jam berlalu, sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir sedikit lebih jernih. Ia kemudian berpikir: " yah, namanya juga anak-anak... atau mungkin saja anak ku memang membutuhkan uang Rp.15.000 itu untuk membeli sesuatu yang sangat penting baginya. Lagi pula, anak ku itu tidak terlalu sering minta uang kok... ia juga bukan anak yang suka konsumtif."
Lalu sang ayah segera menuju kekamar anaknya, lalu membuka pintu kamar anaknya itu.

"kamu udah tidur sayang?" tanya sang ayah.
"belum ayah", jawab anaknya dengan suara agak terbata-bata.
"Ayah udah berpikir, mungkin tadi ayah terlalu keras" kata sang ayah.
"Hari ini sangat melelahkan buat ayah, ayah minta maaf telah melampiaskan kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.15.000 yang kamu minta tadi" kata sang ayah dengan nada lembut.

Si anak seketika itu juga langsung berdiri dan tersenyum. "OH... terima kasih ayah... "
ujar anaknya dengan riang.

Kemudian, ia merogoh kebawah bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang kertas yang sudah lusuh. Si anak kemudian mulai menyusun dan merapikan uang yang dimilikinya itu diatas kasur.

Ketika sang ayah melihat ternyata anaknya sudah punya uang dalam jumlah yang cukup banyak, ia kembali marah dan kesal. "Untuk apa kamu minta uang lagi kalau kamu udah punya uang sebanyak itu?" tanya sang ayah dengan nada tinggi sambil menghela nafas.

"Soalnya klo ayah belum tambahin, uangnya nggak cukup ayah..." jawab sang anak.
"Tapi sekarang aku udah punya uang yang cukup", kata si anak kemudian.
"Ayah, sekarang aku sudah punya Rp.30.000.. boleh nggak aku membeli waktu ayah satu jam saja…?" tanya anaknya dengan nada sungguh-sungguh dan polos..

"Aku mau makan malam bareng sama ayah dan mama... besok ayah pulang cepat ya…" ujar si anak dengan sungguh-sungguh… matanya menatap polos pada sang ayah yang diam terpaku dihadapannya.

Mendengar perkataan anaknya, sang ayah langsung terharu dan berlinangan airmata tak kuat lagi menahan tangisnya iapun segera merangkul anak yang disayanginya itu menangis dan minta
maaf pada sang anak..

"Maafkan ayah sayang..." ujar sang ayah.
"Ayah telah khilaf, selama ini ayah lupa untuk apa ayah bekerja keras...maafkan ayah anakku..." kata sang ayah ditengah suara tangisnya. Si anak hy diam membisu dalam dekapan sang ayah...

Cerita ini hanyalah untuk mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras dalam hidup ini. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa kita sempat menikmati waktu yang sangat berharga tersebut bersama orang-orang yang sangat kita sayangi dan sangat berarti dalam hidup kita.

Ingatlah untuk selalu berusaha menyisihkan waktu seharga Rp.30.000 untuk orang-orang yang Anda cintai dan sayangi.

Jika kita meninggal besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mengganti orang yang menempati posisi kita hanya dalam hitungan hari.. Tapi, keluarga dan orang dekat tercinta yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan itu sepanjang hidupnya...

Bila kita memikirkannya, kenapa kita masih saja mencurahkan seluruh hidup kita hanya untuk bekerja???

Read More......

Senin, November 26, 2007

Anak-anak kita

Mereka adalah generasi masa depan
lindungi, sayangi dan perhatikan tentang pendidikannya kehidupannya dan hatinya.

Harapan bagi kita agar mereka tidak salah jalan dan terjerumus salah pergaulan
Mereka membuat hidup kita semakin hidup
Mereka adalah titipan yang harus kita jaga....
untuk kita pertanggung jawabkan diakhirat kelak...

Read More......

Oleh2 sholat Jum'at

Adalah Sahabat rasul SAW, Abdullah bin Salam manusia yang baik dan rajin ibadah, mengalami penderitaan ketika akan menghembuskan nafas yang terakhir menjelang ajalnya.



Lalu Rasul Muhammad SAW mengutus orang untuk menemui ibu dari Abdullah bin Salam tapi setelah 2 orang diutus mereka kembali dengan tangan kosong sang ibu tidak bersedia menemui anaknya yang sedang sakaratul maut itu sampai akhirnya Rasul SAW mengancam untuk menemuinya sendiri bila sang ibu tidak datang juga.

Malu dan segan bila manusia pilihan yang Agung nabi Muhammad SAW menemuinya, maka sang ibupun datang menemui anaknya dengan terpaksa dan berat hati. Sampai ditempat sang ibu melihat anaknya terbaring lemah menderita diakhir hidupnya lalu dia bercerita tentang kelakuan anaknya yang telah mengecewakan dan menyakiti hatinya, sampai kapanpun sang ibu tidak akan sudi mengakui Abdullah bin Salam sebagai anaknya dan tidak rela air susunya telah diminum Abdullah bin Salam!

Alkisah Abdullah bin Salam karena terlalu sayang dan cintanya kepada anak dan istrinya-lah sehingga membuat Sang ibu merasa tidak dipedulikan dan dibakar api cemburu yang amat mendalam akhirnya kekecewaan itulah yang berakar hingga akhir hidup Abdullah bin Salam ibunya tidak bersedia memaafkan.

Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan untuk membakar Abdullah bin Salam hidup2 bila sang ibu tidak memaafkannya, itu untuk mengurangi siksa kubur diakhirat kelak yang akan dialami Abdullah bin Salam atas dosanya durhaka kepada Sang ibu.

Semua orang yang hadirpun bergegas mencari kayu bakar untuk segera mengakhiri hidup sahabat Rasul itu,dan Abdullah bin Salam-pun telah untuk dipanggang hidup2... sang ibu yang melihat peristiwa itu menagis sedih... dia tidak tega melihat anaknya harus berakhir seperti itu..lalu dengan suara terbata-bata diapun memaafkan anaknya.....

Sesaat setelah sang ibu memaafkan, Abdullah bin Salam-pun mengucapkan LAA ILLAHA ILALLAH dan langsung menghembuskan nafasnya yang terakhir...

itulah penggalan khotbah jum'at yang mudah2-an bisa menjadi pelajaran buat kita semua bahwa walaupan kita sangat sayang dan cinta kepada anak dan istri jangan sampai ibu kita merasa cemburu dan sakit hati karena bencinya orang tua adalah bencinya AllAh SWT juga...

Read More......